Selasa, 21 Mei 2013

Stasiun KA Non Aktif [ Mati ] Di Magelang - Secang - Parakan

1.Stasiun Muntilan


Bangunan Eks Stasiun Muntilan Kini Beralih Fungsi Menjadi Terminal Drs. Prajitno Muntilan

2.Stasiun Mertoyudan


Stasiun ini pernah digunakan oleh PDAM.Entah Digunakan Oleh Siapa Saat Ini...Yang Jelas Di Depan Eks Stasiun Mertoyudan Berdiri Warung Bubur Ayam Stasiun.


3. Stasiun Kebon Polo


Kini bekas stasiun Kebon Polo difungsikan sebagai sebuah subterminal yang melayani angkutan dalam kota
Dan kondisi stasiun tersebut tidak terawat lagi. Lembaga atau instansi yang membawahi keberadaan situs itu, tak jelas. Pemkot selama ini meminjam aset PT KAI untuk dimanfaatkan menjadi terminal. 

4.Stasiun Secang 





Stasiun Secang merupakan stasiun paling strategis di seputar Magelang dan Temanggung. Hal ini karena posisinya yang berada di 3 jalur, yaitu antara Magelang, Temanggung/Parakan dan Ambarawa/Willem I. Karena begitu strategis nya maka Stasiun Secang lebih luas dan memiliki jalur perlintasan lebih banyak Apalagi jenis loko yang melayani jurusan ke Ambarawa juga beda di karenakan memakai rel bergerigi untuk melewati tanjakan di wilayah pegunungan.

Berdasarkan papan nama yang ada di lokasi, stasiun Secang saat ini digunakan sebagai Gedung Purna Bakti Kecamatan Secang sedangkan bekas ruang loket penjualan tiket digunakan untuk kantor Pepabri serta Legiun Veteran RI Kecamatan Secang. Meskipun demikian, bangunan bekas stasiun ini nampak tidak terawat. Sebagian rangka atap dan daun pintunya sudah lapuk, beberapa jendela ditutupi dengan papan kayu, di beberapa sudut lantai stasiun juga nampak ditumbuhi rerumputan. Hal ini semakin diperparah dengan digunakannya emperan stasiun sebagai tempat parkir untuk truk gandeng yang berukuran cukup besar.

Di bekas stasiun ini, selain dijumpai bangunan bekas stasiun juga dijumpai gudang stasiun dan deretan rel yang terbagi dalam 3 jalur. Seperti kebanyakan tanah-tanah PT. KAI yang lainnya, di bantaran rel stasiun Secang ini sudah banyak didirikan rumah-rumah permanen.





 5.Stasiun Kranggan


Antara Stasiun Secang menuju Temanggung melewati stasiun kecil yaitu Stasiun Kranggan. Stasiun Kranggan juga berfungsi mengangkut hasil bumi masyarakat sekitar. Di stasiun ini juga pernah menjadi saksi tergulingnya gerbong kereta yang terlepas dari lokonya. Peristiwa ini membawa korban yang sangat banyak.

6.Stasiun Parakan


Stasiun Parakan merupakan stasiun awal dan akhir bagi kereta api jalur Temanggung-Parakan. Pada masanya, stasiun ini memiliki peran penting dalam pengangkutan tembakau dan hasil bumi lainnya.

Stasiun Parakan terlihat cukup catchy karena dicat dengan warna pink alias merah muda. Bentuk bangunannya pun sangat istimewa apabila dibandingkan stasiun-stasiun yang dikunjungi oleh tim DDS sebelumnya. Di bagian depan sebelah kiri nampak ada bangunan tambahan untuk menambah luasan ruang bekas stasiun yang saat ini digunakan sebagai Pos Pelayanan Properti PT. KAI di Parakan.

 
 7.Stasiun Kedu

Stasiun Kedu terlihat lebih bersih dan cukup terawat. Stasiun yang terletak di pinggir jalan raya dan persawahan ini sekarang digunakan sebagai Kantor Pepabri Kedu. Selain bentuk stasiun yang kemungkinan sudah diubah lebih ‘modern’, bekas rel yang sudah diubah menjadi pagar pembatas, terdapat pula alat pemberi sinyal yang terletak di bagian tengah stasiun.

8.tasiun Temanggung





tasiun yang memiliki design sama dengan stasiun Parakan ini merupakan stasiun yang kondisinya paling sejahtera dibandingkan stasiun yang lain. Stasiun Temanggung atau yang sekarang disebut dengan Gedung Juang 45 ini sekarang digunakan untuk kantor salah satu instansi pemerintah di Kabupaten Temanggung. Terdapat penambahan bangunan di sebelah kanan stasiun yang dibangun menempel stasiun dan bentuk bangunannya menyesuaikan bangunan stasiun sehingga tidak terlalu mencolok dan mengesankan bahwa bangunan tsb adalah bangunan baru.





  9.Stasiun Payaman


Stasiun Payaman terletak tidak jauh dari pasar Payaman. Bentuk bangunan yang biasa dan juga papan nama stasiun yang telah dicat putih menyamarkan bangunan eks stasiun ini. Jika diperhatikan dengan seksama, mungkin malah akan dikira sebagai rumah tua biasa.

Stasiun ini sepertinya dimanfaatkan oleh warga untuk parkir kendaraan karena di sebelah bangunan stasiun yang tadinya terbuka kini sudah ditembok rapat dengan batu bata. Jejak spoor di sekitar stasiun masih bisa ditemui dengan adanya rel yang masih tersisa di sana dan juga palang besi yang konon digunakan untuk parkir spoor.


2 komentar:

apperos mengatakan...

nice posting. kalau bisa sekalian donk ceritain sejarahnya lebih seru lagi.

eikichionizuka mengatakan...

makasih....heeemmm kalau di ceritain sejarahnya bakaln panjang ceritanya

Posting Komentar